
PAI KUA Kemangkon, Ngatour Rokhman saat melakukan pendampingan Program Urab Mendoan di Kebun TPQ dan Madin Inayatul Fatah Desa Panican Kemangkon beberapa waktu lalu. (FOTO: Dok Ngatour Rokhman)
PURBALINGGA – Dari hasil kretifitas dan inovasinya dalam mengolah lahan kecil dibelakang rumahnya, untuk bercocok tanam sayur mayur dan beternak ikan lele dan ayam, kini kebutuhan belanja dapur jadi berhemat.
Penyuluh Agama Islam (PAI) dari Kantor Urusan Agama (KUA Kecamatan Kemangkon, Purbalingga yang akrab di sapa Pak Tour mampu mengubah halaman belakang rumahnya menjadi produktif bersama Program Urab Mendoan.
Program Urab Mendoan merupakan program inovasi dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pertanian.
Salah satu dari tujuan pendampingan tersebut adalah untuk memberdayakan dan meningkatkan kontribusi positif ustadz dan ustadzah terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Menurut penuturanya, aktifitas menjadi PAI tidak hanya urusan keagaman, PAI dengan nama lengkap Ngatour Rokhman, SH ini, juga melakukan pendampingan Program Urab Mendoan di TPQ (Taman Pendidikan Al Quran) dan Madin (Madrasah Diniyah) Inayatul Fatah di Desa Panican, Kecamatan Kemangkon.
Aktifitas bertani sayur dan beternak Ikan lele dan Ayam di halaman belakang rumahnya yang berada dilingkungan TPQ dan Madin Inayatul Fatah ini, sudah berlangsung satu tahun lebih.
Karena dengan kreatif dan berinovasi, bibit, media tanam, pupuk dan perawatan bisa sangat menguntungkan dari segi biaya dan waktu.
“Semua bersimbiosis mutualisme atau saling menguntungkan. Dan sangat menghemat biaya perawatan dan pengelolaan,” kata warga Desa Panican RT 01 RW 01 Kecamatan Kemangkon ini, Jumat (21/2/2025).
Menurutnya belanja harian kebutuhan dapur biasanya mencapai Rp 50 Ribu bahkan lebih, kini bisa berhemat Rp 30 Ribu, karena sudah ada sayuran dan ikan usaha sendiri.
Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa dalam beternak ayam, ayam diberi pakan bekatul dan pakan pabrik dengan perbandingan 50 banding 50 dan tambahan cacahan daun pepaya.
“Alhamdulillah, kotoran ayam dan sisa makanan atau buah yang sudah tidak layak konsumsi tidak dibuang begitu saja, namun sebagai pakan magot,” .
Maggot yang sudah besar berusia 20 – 25 hari atau larva lalat BSF (Black Soldier Fly) atau juga disebut Lalat Tentara Hitam dimanfaatkan untuk pakan ikan lele atau gurameh atau mujair. Dan pemberian pakan Maggot sangat efisien biaya.
Untuk tanaman sayur, kami pupuk dengan hasil pengolahan kohe (kotoran hewan) magot yang di fermentasi selama 3 hari dengan EM 4 (Efektif Mikroorganisme 4), tanaman menjadi tumbuh subur, tanpa membeli media tanam.
Tanaman dikebun diantaranya, muncang, tomat, daun kemangi, cabai dan lain-lain. Dan untuk penyemprotan, kami mengunakan hasil rendaman kulit bawang merah dan bawang putih.(*)
Pewarta/Editor IES
