Home / Cerpen/Kiriman Pembaca / Ramadhan yang Penuh Rindu Celoteh Santri TPQ

Ramadhan yang Penuh Rindu Celoteh Santri TPQ

(Grafis: Imam ES)

Cerpen; Ramadhan yang Penuh Rindu Celoteh Santri TPQ

Penulis; Vistianingsih

Tahun-tahun kemarin aku masih bisa bertemu mereka. Ya, mereka para santri TPQ Nurul Iman Penaruban yang ada di kampungku.

Biasanya di hari pertama puasa begitu banyak santri yang datang untuk mengaji. Rasanya senang bisa bertemu, mengaji dan bermain bersama mereka. Terlebih lagi aku sangat menyukai anak kecil dan prodiku guru madrasah pastinya akan selalu ada kaitannya dengan dunia anak-anak.

Banyak yang aku rindukan dari suasana Ramadhan tahun kemarin. Diantaranya yang paling aku rindukan ketika salah satu anak memintaku menggendongnya, sementara anak yang lain juga menginginkan aku menggendongnya. Dan ada pula yang menangis karena iri.

Suasana bahagia tergambar ketika salah satu diantara pengajar kami bercerita dan bermain. Bercerita tentang kisah nabi atau cerita lucu dengan gestur dan suara lucu dari para pengajar.

Dan saat yang paling dinanti anak-anak yaitu pembagian takjil yang dilanjut dengan duduk melingkar menanti waktu buka. Saling bertukar lauk dari bekal yang mereka bawa rasannya begitu bahagia, tawar menawar kepada kami para pengajar merupakan kebahagiaan tersendiri.

Selain itu, yang lebih mengasikannya lagi adalah ketika menemani dan menyemangati mereka mengikut lomba Ramadhan Santri Ceria di Pendopo Kabupaten Purbalingga. Semua itu dilakukan agar pada saat tampil mereka tetap percaya diri dan semangat meraih juara, Karena waktu itu lokasi lomba sering berpindah-pindah.

Allhamdullillah kami pulang sering membawa piala. Setelah acara selesai kami buka bersama di Alun-Alun dengan menikmati pemandangan dan cerita lucu saat lomba.

Tapi, puasa tahun ini sangat berbeda tanpa mereka. Tidak ada pengajian di TPQ, tidak ada pembagian takjil dan buka bersama. Dan tidak ada jabat tangan serta tak ada senyuman mereka.

Tak ada tepuk riuh anak-anak karena tidak ada lomba di Panggung Kreasi Seni Santri. Rindu canda tawa mereka, suara tangisannya, perhatian mereka yang mencari-cari perhatian ustad dan rindu pelukan hangat mereka.

Baca Juga:  http://www.bralink.id/cerpen-nenek-tua-dan-batu-permata/

Kami para pengajar merindukanmu anak-anakku. Semoga dengan adanya  wabah virus Covid-19 ini, tidak menjadi penghalang kalian untuk tetap belajar mengaji.

Untuk bapak ibu wali santri dimohon dengan sangat keikhlasannya untuk mengajarkan mengaji dan jangan sampai mereka terlena dengan kesenangan sendiri.

Karena sesungguhnya ilmu agama sangatlah penting bagi anak dan dari tiga amalan yang tidak putus ialah doa anak sholeh yang dapat menolong orang tua ketika diakhirat.

Ramadhan tahun 2020 ini, semoga menjadi pelajaran buat kita para orang tua, remaja dan anak-anak untuk tetap menguatkan diri dengan beribadah. Dan semoga berkah Ramadhan selalu menyertai kita . Aamiin

Kami para pengajar TPQ Nurul Iman memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam mendidik putra-putri bapak/ibu kurang maksimal. Dan kami juga mengucapkan terimaksih atas kepercayaan bapak/ibu yang telah mempercayakan anak-anak kepada kami. 

Marhaban Ya Ramadhan dan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1441 Hijriyah. (*)

*)Penulis adalah Mahasiswa semester II IAIN Purwokerto dan Wali Kelas TKA Nurul Iman Penaruban

About imam edi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.