Purbalingga – UPTD PJ2I Wilayah Bobotsari, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Purbalingga, menggelar kegiatan Sosialisasi dan Launching Aksi Perubahan SMART Inklusif pada Kamis (14/8/2025). Kegiatan ini diprakarsai oleh Ir. Abdullah Luthfi, ST, MT, selaku Kepala UPTD PJ2I Wilayah Bobotsari, dan secara resmi diluncurkan oleh Mukodam, S.Pt, Plt Kepala DPUPR sekaligus Asisten II Sekretaris Daerah Kabupaten Purbalingga.

Acara ini turut dihadiri oleh Uut Triyas Yanuar, Anggota DPRD Kabupaten Purbalingga dari Fraksi Golkar, serta perwakilan dari Dinas Komunikasi dan Informatika, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kecamatan Karanganyar, Bobotsari, dan Mrebet. Hadir pula Kepala PJ2I Wilayah Purbalingga, Kepala Desa se-Kecamatan Bobotsari, Karang Taruna, Tim Efektif Aksi Perubahan SMART Inklusif, dan perwakilan masyarakat.

Makna dan Tujuan SMART Inklusif

SMART Inklusif hadir dengan tujuan mewujudkan pemeliharaan jalan yang berkelanjutan, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta melibatkan kelompok masyarakat secara aktif dan konsisten. Program ini terintegrasi dengan Lapor MasBub (Layanan Laporan Masyarakat Bupati) sebagai kanal resmi penanganan pengaduan infrastruktur, yang diusung dengan slogan “Alus Dalane, Kepenak Ngodene”.

Dalam sesi sosialisasi, peserta mendapatkan pemahaman tentang latar belakang, tujuan, dan manfaat SMART Inklusif. Tak hanya itu, dijelaskan pula pemanfaatan digitalisasi melalui Linktree yang menjadi pusat informasi dan akses cepat pengaduan kerusakan infrastruktur. Melalui satu tautan linktr.ee/SMARTInklusif, masyarakat dapat menemukan berbagai kanal pelaporan dan informasi penting, meliputi:

Panduan Pengaduan – Petunjuk langkah demi langkah agar laporan sesuai prosedur, Link Website Pengaduan – Akses langsung ke platform resmi pengaduan pemerintah, Nomor WhatsApp Pengaduan – Jalur komunikasi cepat dengan petugas, dan Informasi Tindak Lanjut – Update status penanganan laporan, dari verifikasi hingga progres perbaikan serta Harapan untuk Pelayanan Publik yang Lebih Cepat dan Transparan

Dengan hadirnya SMART Inklusif, diharapkan proses pemeliharaan infrastruktur jalan di wilayah Bobotsari menjadi lebih cepat, tepat, transparan, dan melibatkan partisipasi publik secara luas.

Plt Kepala DPUPR, Mukodam, S.Pt, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya program ini. “SMART Inklusif bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang kolaborasi dan keterbukaan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.