Kolaborasi Dinkominfo dan Kampung Inggris Purbalingga Wujudkan Desa Wisata Berbasis Smart City
Purbalingga, 1 November 2025 — Kedatangan perdana SMP Islam Al Azhar 23 Semarang yang menjadi sekolah pertama mengikuti paket English Camping di Kampung Inggris Purbalingga (KEEP) yang berada di D’Las Serang pada Sabtu-Minggu, 31 Oktober–1 November 2025 berhasil membuktikan keberhasilan Pemkab Purbalingga melalui Dinkominfo Purbalingga untuk bersinergi mewujudkan suatu Kawasan eduwisata Berbahasa Inggris yang inovatif dan kolaboratif. Sebanyak 27 siswa dan 5 guru pendamping mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias, menikmati suasana belajar Bahasa Inggris di tengah panorama pegunungan yang asri di kaki Gunung Slamet. Dalam upaya meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta sektor pariwisata lokal, Kampung Inggris Purbalingga bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Purbalingga secara resmi meluncurkan Kampung Wisata Inggris (KEEP – Kampung Inggris Purbalingga) di kawasan wisata D’Las Serang. Program ini merupakan implementasi nyata dari hasil Bimbingan Teknis (Bimtek) Smart City Kementerian Kominfo tahun 2024, yang melahirkan Blueprint Smart City Purbalingga serta program Quick Win dalam bidang pariwisata dan pemberdayaan masyarakat.
Program ini merupakan hasil kolaborasi panjang antara Kampung Inggris Purbalingga dan Dinkominfo Purbalingga dalam pemberdayaan sumber daya manusia pelaku wisata melalui pelatihan berbahasa Inggris rutin setiap minggu bagi masyarakat dan pelaku wisata di kawasan D’Las Serang, tidak hanya pelatihan berbahasa Inggris saja tetapi ada bentuk pelatihan lainnya seperti pelatihan hospitalitas, pemanfaatan media sosial, hingga public speaking.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa implementasi konsep Smart City mampu mendorong transformasi desa wisata menjadi lebih kompetitif, kreatif, dan berdaya saing global.
Kepala Desa Serang, Sugito, S.E., menyampaikan apresiasinya terhadap kunjungan perdana tersebut.
“Ini merupakan embrio keberhasilan bagi Desa Serang untuk dikenal sebagai desa bahasa melalui Kampung Inggris Purbalingga. Paket menginap yang ditawarkan juga memberikan efek pengganda bagi ekonomi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Sementara itu, Novanda Alim Setya Nugraha, selaku konsultan KEEP, dosen Telkom University, sekaligus Tenaga Ahli Muda Kementerian Desa RI, mengungkapkan bahwa antusiasme sekolah-sekolah terhadap program ini sangat tinggi.
“Sudah ada puluhan sekolah yang siap menjajal paket eduwisata berbahasa Inggris di KEEP mulai dari Oktober hingga akhir tahun ini. Ini menjadi angin segar bagi Pemkab dan seluruh pegiat wisata D’Las Serang untuk terus berkolaborasi,” katanya.
Guru Bahasa Inggris SMPI Al Azhar 23 Semarang, Dediono, S.Pd., juga memberikan testimoni positif atas pengalaman belajar di KEEP.
“Kami sangat puas dengan kunjungan perdana ini. Nuansa alamnya yang sejuk, penduduknya ramah, dan pelaku wisatanya bisa diajak praktik Bahasa Inggris membuat KEEP memiliki keunikan tersendiri. Kami berencana untuk kembali tahun depan,” ungkapnya.
Annafi Dian Utami selaku Owner dari KEEP (Pihak Swasta yang digandeng berkilaborasi oelh Dikominfo) juga menyampaikan bahwa Konsep “Belajar sambil Berwisata, Berwisata sambil Belajar” yang diusung oleh Kampung Inggris Purbalingga (KEEP) menjadi inovasi baru dalam pengembangan wisata edukatif berbasis bahasa. Selain meningkatkan kompetensi komunikasi pelaku wisata, program ini juga memperkuat citra D’Las Serang sebagai ikon Desa Wisata Bahasa di Kabupaten Purbalingga.
Dengan keberhasilan peluncuran perdana ini, KEEP D’Las Serang Purbalingga diharapkan menjadi model inspiratif integrasi Smart City, eduwisata, dan pemberdayaan masyarakat yang mampu memperkuat posisi Purbalingga sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah bahkan Indonesia hingga mancanegara.

