Home / Wisata / Ada Apa Di Rest Area Kampung Nagreg

Ada Apa Di Rest Area Kampung Nagreg

Untuk sesaat berhenti di rest Area Kampung Nagreg setelah perjalanan panjang dari Purbalingga akan menuju ke Kota Bandung. Sembari menunggu waktu Sholat subuh tiba kita akan melihat-lihat Kira-kira ada apa saja di Rest Area Kampung Nagreg yang berada di Jalan Raya Nagrek km 34, Nagrek, Cicalengka, Bandung, Jawa Barat.

Mari kita lihat satu persatu, disisi barat dan timur ada beberapa kios yang menjual aneka minuman, mie instan dan aneka oleh-oleh khas Jawa Barat. Didepan kios tersedia beberapa bangku panjang, ditempat inilah biasanya pengunjung datang untuk melepas penat setelah perjalanan panjang sembari menikmati segelas kopi atau minuman lainnya.

Ada yang berbeda dari aneka oleh-oleh khas Jawa Barat yang biasa kita jumpai di kios pusat oleh-oleh. Selain aneka macam dodol garut, manisan dan asinan buah-buahan seperti mangga dan salak ada beberapa jajanan dengan kemasan yang menarik perhatian terpanjang di kios ini.

Cokelat makin cinta, cokelat i need you, cokelat lapang dada, cokelat peredam emosi, cokelat enteng jodoh, cokelat anti galau, cokelat patah hati, cokelat pengobat rindu, cokelat penangkal jomblo dan lainnya. Cokelat dengan kemasan bertuliskan kata-kata yang kreatif ini sangat menarik dan cocok dijadikan sebagai oleh-oleh buat saudara maupun teman dekat.

Ada lagi jajanan dengan kemasan sangat mencolok bergambar bibir merah. Tertulis pada kemasan Keripik beling “Manda” memang lebih menggoda. Setelah ditanyakan kepada pemilik kios, jajanan ini isinya keripik singkong yang diiris tipis-tipis, “tipis seperti pecahan beling”, kata pemilik kios.
Disamping keripik beling Manda, berjejer jajanan dengan kemasan bertuliskan “lidi geli” yang berisi mie lidi (mie panjang dengan bentuk seperti lidi).

Disebelah selatan ada Cahaya Alam Resto yang letaknya berhadapan langsung dengan area parkir. Meski demikian debu dari area parkir tidak langsung masuk kedalam resto ini karena tempatnya dibuat lebih tinggi dari area parkir dengan belasan anak tangga untuk memasuki area resto.

Dan kali ini perjalanan kami berhenti sejenak untuk menikmati sarapan pagi di Resto Cahaya Alam. Dengan menu sarapan pagi nasi uduk cukup untuk menambah semangat untuk memulai perjalanan selanjutnya.

Disamping resto Cahaya Alam terdapat mushola dan toilet dengan jumlah yang cukup banyak. (*)

About Baryati Kusnadi

Tertarik untuk membuat catatan disetiap perjalanan yang bisa digunakan sebagai pengingat diri sendiri. Dan semoga bisa memberi manfaat buat yang membaca. Buat obyek yang ditulis semoga bisa memberi dampak positif.

Check Also

Banyumulek Sentra Gerabah di Lombok

Perjalanan wisata kami di Pulau seribu masjid selama 4 hari 3 malam berakhir sudah. Banyak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *